Selasa, 03 Juni 2008

Artikel Pengembangan Organisasi

ARTIKEL INI DITULIS OLEH NADIA { F1B006092 }

PENGEMBANGAN ORGANISASI

Pengembangan organisasi (development Organization ) adalah aplikasi ilmu pengetahuan perilaku secara sistematis pada berbagai tingkatan seperti kelompok,intergroup dan organisasi secara total untuk menbuat perubahan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan kualitas kerja yang lebih baik, produktivitas, kemampuan adaptif dan efektivitas. Pengembangan organisasi ini mencari perubahan dan keyakinan, sikap, nilai-nilai, staregi, struktur dan praktik-praktik dalam organisasi sehingga dapat menyesuaikan diri untuk lebih baik dalam kompetisi,keuntungan teknologi dan perubahan yang cepat terhadap lingkungannya. Pengembangan organisasi ini mulai dikenal pada tahun 1950-an dan 1960-an.
Beberapa organisasi telah tumbuh menjadi besar sehingga sulit untuk dilakukan koordinasi di antara bagian-bagian organisasi.pengembangan organisasi adalah program yang menyeluruh untuk memperbaiki interaksi antarbagian dari organisasi karena mereka saling mempengaruhi. Pengembangan organisasi menitikberatkan pada struktur, teknologi dan orang-orang yang saling mempengaruhi. Pengembangan organisasi ingin menjawab suatu pertanyaan penting yaitu “Seberapa efektif semua bagian organisasi ketika mereka di satukan dalam kerjasama ?”.
Proses pengembangan organisasi berusaha untuk merubah dari kondisi saat ini menuju yang seharusnya diinginkan. Berikut ini adalah langkah-langkah pengembangan organisasi yaitu :
a)Diagnosis awal. Pada tahap ini biasanya konsultan menemui puncak manajemen untuk menentukan hakikat permasalahan yang sedang terjadi, untuk melakukan pendekatan pengembangan yang dianggap paling tepat dan meyakinkan adanya dukungan penuh dari manajemen. Konsultan mencari input dengan melakukan interview dengan banyak orang di dalam organisasi.
b)Pengumpulan data. Survey dilakukan untuk menemtukkan suasana organisasi dan masalah-masalah organisasi. Pertanyaan yang harius dijawab adalah kondisi-kondisi apa yang mendukung efektivitas,kondisi-kondisi apa yang mengganggu efektivitas kerja dan hal apa yang ingin dirubah dalam operasional organisasi ?.
c)Umpan balik data dan konfrontasi. Kelompok kerja ditunjuk untuk mereview data yang dikumpulkan, untuk melakukan mediasi ketidakcocokan dan menentukan prioritas perubahan.
d)Tindak perencanaan dan pemecahan masalah. Perencanaan harus specifik, termasuk siapa yang akan bertanggung jawab dan kapan harus diselesaikan.
e)Menggunakan intervensi. Pada saat tindakan telah selesai dilakukan maka konsultan membantu partisipan dalam memilih dan menggunakan pengembangan organisasi yang disesuai. Tergantung pada hakikat permasalahan, intervensi bisa saja fokus pada individu, tim, hubungan antardepartemen atau organisasi secara keseluruhan.
f)Evaluasi dan tindak lanjut. Konsultan membantu organisasi mengevaluasi hasil dari upaya pengembangan organisasi dan mengembangkan program tambahan di dalam area di mana tambahan diperlukan.
Selain itu agar perubahan tidak mendapat rintangan, maka perlu dilakukan sosialisasi melalui komunikasi searah dan terprogram serta melibatkan karyawan atau pihak-pihak yang memiliki pengaruh kuat dalam mendekati karyawan. Meskipun demikian setiap upaya melakukan perubahan atau pengembangan organisasi akan berdampak terhadap biaya. Namun demikian perlu dikaji cost dan benefit-nya mana yang lebih menguntungkan organisasi.
Disamping itu rencana perubahan juga akan berdampak terjadinya stres di lingkungan karyawan yang terkena dampak perubahan dan untuk mengatasi stres ini diperlukan konseling. Konseling ini perlu dilakukan secara baik dan terencana, sehingga upaya perubahan yang direncanakan dapat berjalan dengan baik.


DAFTAR PUSTAKA

Handoko, T. Hani. 1995. Manajemen. Yogyakarta : BPFE
Rivai, Veithzal. 2006. Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
Robbins, P. Stephen. 2001. Perilaku Organisasi, Konsep Dasar, dan Aplikasinya. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda